Follow Us

Instructions

Recomended

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Recent Posts

Download

Blogger Tricks

Blogger Themes

rss

Minggu, 27 Maret 2011

MEMBUKA RAHASIA CINTA

Betapa bahagianya, bila hidup selalu mujur dan mendapatkan keberuntungan, tidak pernah sial, segalanya berjalan mulus seolah tanpa rintangan, mungkin tidak akan ada keluhan, ratapan, rintihan duka lara atau penderitaan dalam menjalani hidup ini, namun tidaklah demikian sebagai manusia kadang dihadapkan pada kenyataan bahwa , tidak selamanya orang hidup selalu mujur artinya selalu mulus dalam mencapai tujuan, dalam mewujudkan harapan, dalam mencapai cata-cita, dalam meraih kebahagiaan, demikian pula dalam hal percintaan kadang dihadapkan pada kegagalan cinta.
 Untuk itu barangkali tulisan ini dapat merupakan renungan dalam menghadapi kegagalan cinta.
            Baiklah  tulisan ini saya mulai dengan  kata remaja.

            Siapakah Remaja ? Menurut Freud sebagaimana dalam buku psikologi anak yang ditulis oleh Lusi Nuryanti, S.Psi, M.Si, Psikolog. Bahwa, dalam tahap perkembangan psiko-seksual termasuk dalam tahap Genital yaitu masa remaja, Tahap Genital ( masa remaja ) pada usia awal masa puber sampai dengan memasuki dewasa yaitu umur 13 tahun, 14 tahun sampai 20 tahun pada tahap ini fokus energi kembali kearea alat kelamin dan individu mulai tertarik untuk menjalin hubungan dengan teman yang berbeda jenis kelaminnya. Menurut Erikson dalam tahap perkembangan sosial masuk tahap ke 5 : yaitu tahap identity and repudiation  vs. Identity diffusion ( identitas vs kekaburan identitas ) menjelaskan selama krisis psikososial tahap kelima, remaja ( sekitar usia 13 atau 14 sampai usia sekitar 20 tahun ) berusaha meencari jawaban atas pertanyaan tentang siapa AKU ? dengan jawaban yang memuaskan dan membahagiakan. Namun, ada sebagian remaja yang mengalami kebingungan dalam mencari identitas dirinya. Misalnya mereka yang ditolak oleh keluarga keluarga, anak yang hidup dalam keluarga dimana ayah  sibuk sendiri dengan pekerjaan, ibu sibuk dengan pekerjaan, atau kesibukan yang lain sehingga anak merasa kurang kasih sayang.
            Erikson percaya bahwa ketika individu berhasil melalui masa remaja awal, kematangan diri tercapai. Remaja mulai mencari model ( seseorang yang dapat dijadikan contoh atau teladan yang menjadi idola ) dan secara bertahap mengembangkan nilai-nilai ideal bagi kehidupannya.  Remaja yang mengalami kesulitan atau kebingungan dalam menemukan identitas dirinya atau jati diri berarti mengalami hambatan, gangguan dan rintangan secara psycology misalnya seorang remaja yang tidak diterima dalam suatu kelompok sepermainan tentunya akan merasa kecewa, remaja yang bertubuh pendek barangkali akan merasa rendah diri, atau sebaliknya ada remaja lain yang justru merasa super, remaja yang demikian akan mengalami masalah adanya ketidak seimbangan emosional, dengan timbulnya gejolak rasa seperti perasaan kurang percaya diri, rendah diri, frustasi, putus asa, menyalahkan diri sendiri, tidak puas menerima diri, murung, sedik, sering mengasingkan diri, mudah berfikir negatif, munculnya emosi-emosi negatif.
            Apakah emosi ? Menurut Roger, Daniel S. Dalam buku “ Keajaiban emosi manusia „ ( Quantum Emotion for smart life ) : emosi merupakan pengalaman rasa, emosi – emosi itu bisa positif, tetapi bisa juga negatif, emosi positif menghasilkan perasaan – perasaan yang menyenangkan misalnya rasa bangga, merasa punya harapan, merasa lega dan alin-lain , emosi positif akan menghasilkan sesuatu yang baik pula dalam menjalin hubungan hubungan dengan orang lain baik dengan teman pria maupun wanita bisa membangun kedekatan. Sedangkan emosi negatif misal nya perasaan marah, frustasi, putus asa, rendah diri menghasilkan perasaan susah yang membuat kecil kemungkinan untuk membangun atau menjalin kedekatan hubungan.
            Pada masa remaja individu mulai tertarik dengan teman yang berbeda jenis kelaminnya,  pada masa ini remaja mulai mengenal cinta, ingin mencinta dan dicinta pada masa ini remaja  mengalami cinta monyet, kemudian cinta romantis.
            Dalam suatu canda kumbang berkata : wah kalau terlalu banyak menghisap madu bunga ternyata bisa mabuk ya. Kupu-kupu menjawab asal-asalan  „ kalau mabuk cinta „?
Secara spontan kumbang menjawab „ kalau bercinta dengan kupu-kupu mungkin tambah mabuk ? banyak film, sinetron , drama,  lagu bertemakan cinta.
            Apakah Cinta ? dilihat dari macam emosi barang kali cinta masuk dalam emosi positif, sebelum kita mengetahui dengan seksama tentang cinta, barangkali cinta dapat diibaratkan bagai bulan yang tetutup mendung, atau matahari yang berselimutkan kabut, atau seorang gadis yang mukanya bercadar, atau jendela yang tertutup tirai, semua belum jelas, untuk dapat mengetahuinya maka perlu disingkapkan penutupnya agar cinta itu menjadi jelas.
            Bila mendengar kata cinta terasa sekali bahwa kata itu enak didengar, tersa indah untuk dirasa, karena mengandung nilai keindahan, kesetiaan, kejujuran hati, kemesraan, dan harapan.
            Kata cinta barangkali dapat disepadankan dengan kata love ( bahasa inggris ), sofia ( bahasa latin ) kasih, asmara, sayang, senang, suka, tresno, gandrung, kayungyun.
            Cinta menurut Julius Chandra dalam buku Cinta Rasional, cinta adalah perasaan jatuh hati, mabuk kepayang, memendan rasa dan sebagainya yang jelas bahwa perasaan itu ditujukan pada orang tertentu tetapi kata cinta juga dipakai untuk menggambarkan kesukaan atau kegandrungan terhadap benda atau ide, misalnya : cinta alam, cinta demokrasi, cinta kemerdekaan, cinta perdamaian.
            Menurut Drs. Sulkan Yasin dan Drs. Sunarto Harsoyo dalam kamus Indonesia praktis populer : Cinta adalah  rasa menyenangi, mengasihi, merasa ikut memiliki, merasa selalu rindu, merasa mengabdi pada orang lain.
            Menurut WJS Purwodarminto dalam kamus bahasa Indonesia , cinta adalah suka sekali, sayang benar, kasih sekali antara laki – laki dan perempuan. Misalnya :
Ayah dan ibuku mencintai kami sebagai anak-anaknya.
 Sebenarnya dia tidak cinta kepada laki-laki itu tetapi hanya menginginkan hartanya.
Makin ditindas makin terasa betapa cintanya akan kemerdekaan.
            Perasaan – perasaan apa saja yang timbul dalam cinta ? kalau dirinci cukup banyak ada rasa kagum,  kelembutan, respek ( tanggapan ) , perhatian, keinginan bersahabat, berahi , rasa agresif , tanggungjawab, kesetiaan, kemesraan dan lain-lain.yang mengakibatkan timbulnya getaran perasaan , desiran hati, debaran jantung. Ada cinta yang sekaligus melibatkan semua perasaan  atau sebagian perasaan. Menurut pengertian ini cinta tidak hanya terbatas pada hubungan antara pria dan wanita
            Apakah lambang atau simbol, tanda dari cinta ?lambang dari cinta antara lain : tilisan berbentuk puisi, lagu cinta ,simbul hati, gambar hati yang tertusuk anak panah tepat ditengah, sekuntum bunga misalnya bunga mawar, seikat bunga yang indah, kue tart ( pada saat ulang tahun ), cendramata, buku,  perhiasan misalnya cincin, kalung, belaian, usapan, kecupan, ciuman, pelukan dan masih banyak lagi.
            Dalam hubungan saling mencinta tentunnya tiap individu yang terlibat cinta mengharapkan adanya tanda-tanda cinta tersebut.Dalam proses untuk mendapatkan cinta seorang wanita lebih bersifat pasif dan akan menunggu dengan sabar sampai dengan pasangan mengungkapkan perasaan cintanya misalnya dengan berkata :
” Aku mencintaimu ” kata yang terungkap ini barang kali cukup membuat lega atau bahagia karena telah memperoleh kepastian walau sifatnya sementara. Sedangkan seorang pria mungkin lebih bersifat agresif untuk dapat memikat hati wanita. Sebelum cinta mereka terungkap mungkin mereka sama-sama resah, mereka mereka merasa bahwa makan tidak enak dan tidurpun tidak nyenyak, merasa rindu ingin bertemu.
            Apakah kekuatan cinta ? Cinta mempunyai kekuatan yang luar biasa antara lain
Membuat bahagia, menciptakan rasa damai,membangkitkan semangat hidup,cinta itu murah hati tidak mencari keuntungan diri sendiri, Jika ada cinta kasih dalam hati setiap orang niscaya tidak ada tindak kekerasan, penekanan kepada yang lain, tidak ada korupsi oleh pejabat yang mengakibatkan penderitaan rakyat.Cinta tidak menuntut, cinta memberi kebebasan untuk memilih.Cinta mau berkurban.
            Cinta bukan tanpa resiko, Setiap orang yang mengalami cinta  harus siap dengan segala resiko yang ditimbulkannya. Seseorang yang ditolak cintanya, diabaikan cintanya, putus cinta biasanya akan mengalami gejolak emosi, emosi yang muncul cenderung negatif misalnya merasa malu, kecewa, rendah diri, kurang percaya diri, putus asa, patah hati, depresi ( tekanan mental ) , menyakiti diri sendiri, mencari pelarian diri, dalam hal ini seseorang mengalami masalah kejiwaan.Setiap ada masalah sebaiknya diatasi sedini mungkin dan bagaimana menyikapi masalah tersebut.
            Bila menghadapi masalah tersebut kita perlu menyikapinya dengan berfikir jernih bahwa pada hakekatnya Cinta adalah anugrah dari yang Maha Cinta . Sehingga sifatnya sakral atau suci. Bila dibuat akronim barang kali Cinta adalah Curahan anugrah terindah nan tulus dari Allah . Oleh karena itu kembalikanlah kepadaNya.dengan cara :
Berdoa untuk mohon petunjuk, tenangkan hati, berfikirlah yang baik-baik ( positif thinking ) , mencari hikmah dari setiap peristiwa, berfikir jernih dan rasional untuk menemukan jalan terbaik, berprinsiplah bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik,
Temukan cinta rasional.
            Apakah Cinta Rasional ? Kalau aku mencintaimu, aku tidak boleh sekedar memenuhi seleramu saja, menggembirakan engkau untuk sesaat saja atau membuatmu senang secara dangkal. Aku akan mencurahkan usahaku untuk membuatmu antusias, bergairah dengan segala apa yang kumiliki. Tidak ada yang menggembirakan aku dari pada melihat sinar mata penuh harapan yang kau pancarkan. Seolah-olah kau telah menemukan jalan hidupmu dan kau sanggup menghadapi berbagai rintangan dengan penuh kemantapan dan kematangan.

                                                                                    Ditulis oleh

                                                                                    T. Sutondo

0 komentar:


Posting Komentar

 

nilai-nilai mutu hidup